Pola diet pada pasien denan ppok

Mencegah kebiasaan merokok, infeksi, dan polusi udara 2. Salemba Medika Syamsudin,Sesilia Andriani keban. Terkadang diperlukan tindakan pembedahan bagi klien yang terus mengalami tanda dan gejala meski telah mendapat terapi medis. Untuk mengikuti kemajuan proses penyakit dan memfasilitasi perubahan dalam terapi 14 oksigen.

Warna pucat dengan sianosis bibir dan dasar kuku; abu-abu keseluruhan; warna merah bronchitis kronis - Keamanan Gejala: Ketidakseimbangan Intoleransi aktivitas Do: Bersihan jalan nafas tidak efektif b. Penyakit kulit juga hampir selalu di alami, terutama yang sering tergenang banjir. Oleh karena itu, perawat juga harus mampu berperan sebagai pendidik dalam hal ini melakukan penyuluhan ataupun memberikan edukasi kepada pasien maupun keluarga pasien terutama mengenai tanda-tanda, penanganan dan penceganhanya.

Terbatasnya aliran udara akan meningkatkan kerja nafas dan timbulnya dyspnea 4. Mampu merencanakan tindakan keperawatan pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronis. Hipoksia, sesak dalam dada.

Pada awalnya klien akan mengalami perubahan mood, penurunan konsentrasi dan pelupa. Paraseptal emfisema dipercaya sebagai sebab dari pneumothorax spontan.

Bronkodilator, tergantung tingkat reversibilitas obstruksi saluran napas tiap pasien maka sebelum pemberian obat ini dibutuhkan pemeriksaan obyektif dari fungsi faal paru. Menghindarkan bahan iritan yang menyebabkan kerusakan jalan nafas 3. Selain itu, banyak pasien COPD mempunyai kebiasaan makan buruk, meskipun kegagalan pernafasan membuat status hipermetabolik dengan peningkatan kabutuhan kalori.

Asuhan Keperawatan Penyakit Paru Obstruksi Kronik ( Askep PPOK )

Hindari makanan penghasil gas dan Dapat menghasilkan distensi abdomen minuman karbonat. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruksi Kronik PPOK adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya obstruksi aliran udara yang disebabkan oleh bronkitis kronis atau empisema.

Pada infeksi saluran nafas bagian atas, biasanya virus, seringkali merupakan awal dari serangan bronchitis akut. Terdapat peningkatan resiko PPOK bagi saudara tingkat pertama perokok.

Dalam hal ini angka yang kita dapat tergantung pada beberapa hal: Rumah Sakit Laporan kasus ini dapat menjadi masukan dalam melakukan pelayanan peningkatan asuhan keperawatan pada pasien dengan PPOK 2. Batuk dan produksi dahak pada batuk yang dialami perokok memburuk menjadi batuk persisten yang disertai dengan produksi dahak yang semakin banyak.

Iritan akan menyebabkan timbulnya respon inflamasi yang akan menyebabkan vasodilatasi, kongesti, edema mukosa dan bronchospasme.Penyakit Paru Obstruktif Kronik (COPD) BAB I PENDAHULUAN 1.

Latar Belakang Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru yang progresif, artinya penyakit ini berlangsung seumur hidup dan semakin memburuk secara lambat dari tahun ke tahun.

Obstruksi aliran udara pada umumnya progresif kadang diikuti oleh hiperaktivitas jalan nafas dan kadangkala parsial reversibel, sekalipun empisema dan bronkitis kronis harus didiagnosa dan dirawat sebagai penyakit khusus, sebagian besar pasien PPOK.

Biasanya, pasien akan sering mengalami infeksi pernafasan dan kehilangan berat badan yang cukup drastis, sehingga pada akhirnya pasien tersebut tidak akan mampu secara maksimal melaksanakan tugas-tugas rumah tangga atau yang menyangkut tanggung jawab pekerjaannya.

Pada prakteknya cukup banyak penderita bronkitis kronik juga memperlihatkan tanda-tanda emfisema, termasuk penderita asma persisten berat dengan obstruksi jalan napas yang tidak reversibel penuh, dan memenuhi kriteria PPOK.

Pada pola istirahat tidur, pasien mengatakan sebelum sakit pasien dapat tidur dengan nyenyak, tidur selama ± 8 jam, pasien juga dapat tidur siang selama 1 jam.

Pasien mengatakan kesulitan untuk tidur karena batuk yang bertambah di malam hari, pasien mengatakan tidak dapat beristirahat dengan baik, pasien sering terbangun saat tidur di malam hari, pasien terbangun 4 kali di malam hari, pasien tidur. Mengadopsi sikap yang penuh harapan dan memberikan semangat yang ditujukan pada pasien.

Dorong aktivitas sampai tingkat toleransi gejala; Ajarkan teknik relaksasi atau berikan rekaman untuk relaksasi bagi pasien. Daftarkan pasien pada program rehabilitasi pulmonari bila Author: Angga Wibowo.

Pola diet pada pasien denan ppok
Rated 5/5 based on 5 review